Ruang dan Identitas: Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular dalam Perancangan Pusat Kebudayaan Riau–Lingga di Kabupaten Lingga
Kata Kunci:
Riau-Lingga, Arsitektur Neo-Vernakular, Pusat budaya, Identitas budaya MelayuAbstrak
Studi ini mengkaji penerapan prinsip Arsitektur Neo-Vernakular dalam perancangan Pusat Budaya Riau-Lingga sebagai strategi untuk memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi dan perubahan nilai-nilai budaya. Tujuan utama penelitian ini adalah merumuskan pendekatan desain yang mampu menghidupkan kembali nilai, elemen, dan karakteristik arsitektur tradisional Kesultanan Riau-Lingga ke dalam bentuk bangunan kontemporer yang sesuai dengan kebutuhan masa kini.
Metode yang digunakan adalah Research by Design, yang meliputi tahap pra-perancangan berupa pengumpulan data budaya, analisis elemen vernakular, studi fungsi, dan kajian konteks tapak. Tahap berikutnya dilakukan melalui eksplorasi desain dengan studi massa bangunan dan eksperimen ruang, kemudian diakhiri dengan evaluasi desain untuk menilai keberhasilannya dalam merepresentasikan identitas lokal.
Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan prinsip Neo-Vernakular, seperti penggunaan material lokal, respons terhadap iklim, reinterpretasi bentuk atap tradisional, hierarki ruang, konsep rumah panggung, serambi, dan pengolahan massa yang kontekstual, mampu menerjemahkan nilai-nilai budaya Melayu Riau-Lingga ke dalam bentuk arsitektur modern yang tetap berakar pada tradisi. Teknologi bangunan kontemporer juga diintegrasikan secara selektif untuk meningkatkan fungsi dan kenyamanan tanpa menghilangkan karakter lokal. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam proses perancangan turut memperkuat relevansi sosial dan budaya bangunan. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular mampu menjembatani tradisi dan inovasi, serta berpotensi menjadikan Pusat Budaya Riau-Lingga sebagai simbol regenerasi budaya dan penguatan identitas Melayu di Kabupaten Lingga.
Referensi
Akbar, N. C., Melay, R., & Bunari. (2019). History of Riau-Lingga Culture in The Time of The Sultan Mahmud Riayatsyah Goverment 1777-1812. Jom Fkip, 6(1), 1–12
Amalia, N. A., & Agustin, D. (2022). Peranan Pusat Seni dan Budaya sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Budaya Lokal. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 19(1), 34–40. https://doi.org/10.23917/sinektika.v19i1.13707
Bocco Guarneri, A., & Habert, G. (2024). New vernacular construction: Environmental awareness and territorial inclusivity. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1363(1), 0–15. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1363/1/012114
Hasibuan, Y. F. (2022). The Implementation of Neo Vernacular Architecture on the Design of Information and Recreation Center of Lake Toba Tourism at Ambarita, Samosir Regency. International Journal of Architecture and Urbanism, 6(3), 367–380. https://doi.org/10.32734/ijau.v6i3.10406
Issues, T. H. E., Defining, O. F., & Centres, C. C. (2022). Dita Pfeifere. 19(2). https://doi.org/10.2478/jec-2022-0013
Jegede, F. O., & Enwonwu, C. M. (2025). User perception of the benefits of neo-vernacular architecture in selected art and cultural centres in Lagos. Frontiers in Built Environment, 11(August), 1–18. https://doi.org/10.3389/fbuil.2025.1634880
Laguttseva-Nogina, T., Arupova, N., Mekeko, N., & Fomina, S. (2024). Examining the Evolution and Components of the Culture of Learning in University Education: A Systematic Scoping Review. Journal of Language and Education, 10(2), 134–152. https://doi.org/10.17323/jle.2024.21686
Mikail, E. H., & Aytekin, C. E. (2016). Identity in Security Studies. 339–344. https://doi.org/10.4236/ojps.2016.64030
Muhaimin Wahyudi, Alfiandri Alfiandri, & Agus Hendrayady. (2024). Penerapan Nilai-Nilai Budaya Melayu Dalam Tata Kelola Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Lingga Sebagai Bunda Tanah Melayu Provinsi Kepulauan Riau. Student Scientific Creativity Journal, 2(5), 264–288. https://doi.org/10.55606/sscj-amik.v2i5.4097
Nurmalinda, & Zulfa, Z. (2024). Enculturation of Malay Cultural Learning in Local Wisdom Values in Higher Education. International Journal of Arts and Social Science, 7(1), 81–87.
Pratama, A. S., Rojak, D. A., Devalloh, R., & Annas, E. J. (2024). Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Di Indonesia. 45–51. https://doi.org/10.33364/jidar
Roggema, R. (2017). Research by Design : Proposition for a Methodological Approach. 1–19. https://doi.org/10.3390/urbansci1010002
Suhardi, S., & Astuti, I. P. (2021). Nilai Kearifan Lokal Folklore Pada Masyarakat Kabupaten Lingga. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 21(1), 147–156. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v21i1.36668
Tiwari, S., & Vij, M. (2024). Adaption of Neo-Vernacular Architecture in Contemporary Temples in India: Insights from Selected Case Studies. International Society for the Study of Vernacular Settlements, 11(8), 1–23. https://doi.org/10.61275/isvsej-2024-11-08-01
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
